ramadahan 1436

Energipos.com/Listrik/Bisnis

shadow

PLN Tandatangani Kontrak EPC PLTGU Muara Karang

ENERGIPOS.COM, JAKARTA- PT PLN (Persero) menandatangani kontrak Engineering, Procurement dan Construction (EPC) PLTGU Muara Karang berkapasitas 500 MW dengan  Konsorsium Mitsubishi – Wijaya Karya dengan nilai Rp. 3,9 triliun. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Regional Jawa Bagian Barat PLN Murtaqi Syamsuddin, Manager ASEAN&Southeast Asia Team Department of Power Systems International Mitsubishi Naoki Hirooka dan Direktur Operasi II Wijaya Karya Bambang Pramujo. Dalam sambutannya, Murtaqi menyampaikan bahwa Proyek ini merupakan bagian dari program 35.000 MW yang diharapkan dapat beroperasi paling lambat pada tahun 2019. Proyek ini merupakan salah satu proyek penting untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Jawa–Bali, semakin cepat dieksekusi akan semakin baik. “Proyek ini dihasilkan dari proses pengadaan yang baik serta koordinasi dan kerjasama yang baik. Diharapkan proyek ini akan berjalan dengan sukses,” ungkap Murtaqi. Sementara pihak Mitsubishi juga mengungkapkan terima kasihnya kepada PLN yang telah mempercayakan proyek ini kepada Konsorsium Mitsubishi – Wijaya Karya. Ia juga menyatakan proyek ini merupakan tanda bahwa Mitsubishi akan terus berkontribusi untuk pembangunan di Indonesia. PLTGU 500 MW ekstensi yang dibangun di Muara Karang ini berkonfigurasi dengan satu gas turbin seri terbaru dari Mitsubishi, yaitu seri F5; satu heat recovery steam generator (HRSG) dan satu steam turbine (ST). Pembangunan PTGU Muara Karang ini akan memakan waktu konstruksi selama 18 bulan untuk Gas Turbine Open Cycle dan 8 bulan kemudian untuk penyelesaian akhir Combined Cycle Plan (PLTGU). Selain penandatangan kontrak EPC, Mitsubishi juga menandatangani long term service agreement (LTSA) dengan PLN dengan nilai kontrak Rp 22 Milyar untuk memelihara gas turbin selama satu siklus pemeliharaan terencana (planned maintenance) sesuai standar pemeliharaan pabrikan yang perkiraannya selama enam tahun. Di 2019, pembangkit ini akan masuk dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali pada sub sektor DKI Jakarta. Listrik yang dihasilkan akan disalurkan di sepanjang jalur Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Muara Karang-Duri Kosambi-Kembangan. Dengan adanya penambahan kapasitas terpasang pada PLTGU Muara Karang diharapkan dapat membuat sistem kelistrikan DKI Jakarta dan sekitarnya semakin andal. (bh)

Baca Juga