ramadahan 1436

Energipos.com/Listrik/Bisnis

shadow

Presiden Akan Terus Pangkas Perijinan Sektor Ketenagalistrikan

ENERGIPOS.COM, MINAHASA-Presiden Joko Widodo akan terus memangkas dan menyederhanakan perijinan di sektor ketenagalistrikan untuk mengejar target pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW pada tahun 2019. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo usai meresmikan PLTP Lahendong Unit 5 & 6, dan PLTP Ulubelu Unit 3 di Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, Selasa (27/12) siang. Mengutip laman kantor Sekretariat Kabinet, Presiden Jokowi mengatakan bahwa di tengah situasi perlambatan ekonomi global,  tengah mengkalkulasi apakah target 35.000 MW itu bisa tercapai atau tidak. “Harus rekalkulasi lagi apakah dengan pertumbuhan ekonomi yang sekarang itu masih kira-kira 35.000 MW. Hitung-hitungan itu yang masih harus diselesaikan. Pertumbuhan kita meskipun pada kondisi yang baik tapi perlu hitung hitungan karena waktu 35.000 MW diatas 7%,” jelas Presiden Jokowi. PLTP Lahendong Unit 5 & 6 diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan listrik sekitar 20.000 rumah di Sulawesi Utara terpenuhi. Sedangkan PLTP Ulubelu Unit 3, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik di Lampung. Menurut Presiden, dari 29.000 MW potensi PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) di Indonesia, yang telah direalisasikan saat ini baru mencapai 5 persen. Oleh karena itu, menurut Presiden, potensi sisanya 95% perlu dikerjakan karena ada potensi yang sangat besar sekali dan target kita 7.500 MW sampai tahun 2025. (bh, foto: setkab)

Baca Juga