ramadahan 1436

Energipos.com/Listrik/Bisnis

shadow

PLN Alihkan Jasa Pemeliharaan ke PINDAD

“Kerjasama ini maka biaya pemeliharaan material PLN sebesar 13,3 triliun per tahun ada sebagian yang tidak perlu dibelanjakan di luar negeri, tapi dibelanjakan di dalam negeri. Dan ini secara bertahap angkanya harus naik”, ujar Nur Pamudji, Dirut PLN usai menandatangani nota kesepahaman dengan Direktur Manufaktur PINDAD, Tri Hardjono. Pada acara yang berlangsung di Bandung, hari Kamis (26/6/2014) itu merupakan bentuk sinergi antar BUMN. Menurut Nur Pamudji, PLN bisa bekerja sama dengan badan usaha milik negara maupun dengan lembaga lain, atau perusahaan lain milik swasta yang memiliki kemampuan dalam reverse engineering, terutama yang memiliki workshop sendiri. “Reverse engineering kita rintis sejak 2011. Kemudian dilakukan serentetan kerja sama PLN dengan pihak-pihak yang bisa melakukan reverese engineering. Kita berusaha supaya badan usaha yang bisa melakukan produksi spare part bisa saling bekerja sama, bisa saling mengisi sehingga sebanyak mungkin spare part ini diproduksi oleh perusahaan di dalam negeri,” ujar Nur Pamudji. Sedang Ade Bagdja, Direktur Sistem Senjata PINDAD, mengungkapkan perusahaan yang dipimpinnya telah memproduksi beberapa peralatan bidang energi. “Beberapa produk PINDAD, seperti generator listrik kurang dari 1 Megawatt, telah digunakan oleh PLN. Ke depan kami siap memenuhi kebutuhan PLN yang terus berkembang,” ujar Ade. Kerja sama serupa antara PLN dengan PINDAD sudah dimulai sejak tahun 2012 dengan wilayah kerja meliputi daerah operasi PLN di bagian timur Indonesia. Penandatanganan kerja sama kali ini merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya dengan penambahan cakupan wilayah kerja menjadi seluruh unit PLN.(ris)

Baca Juga