ramadahan 1436

Energipos.com/Listrik/Kebijakan

shadow

Inilah 6 Golongan Tarif Listrik yang Naik Mulai 1 Juli 2014

ENERGIPOS.COM, Jakarta–Mulai 1 Juli 2014 sebanyak enam golongan pelanggan atau tarif listrik mengalami kenaikan. Kenaikan ini merupakan kesepakatan antara Kementerian ESDM) dengan Komisi VII DPR RI pada Raker hari Selasa (10/6/2014).

“Kenaikan tarif tenaga listrik adalah salah satu cara rasional yang ditempuh pemerintah untuk menghemat anggaran,” ujar Jero Wacik, Menteri ESDM dalam Raker tersebut. Kenaikan tarif tenaga listrik dilakukan secara bertahap setiap 2 bulan.

Keenam golongan pelanggan yang akan dinaikkan tarif listriknya adalah

1. industri menengah bukan perusahaan publik dengan kenaikan rata-rata 11,57 persen/dua bulan.

2. Rumah tangga menengah dengan daya 3.500 Watt hingga 5.500 Watt dengan kenaikan rata-rata 5,7 persen/dua bulan.

3. Pelanggan Pemerintah dengan daya 200 kilowatt dengan kenaikan rata-rata 5,36 persen/dua bulan

4. Rumah tangga menengah dengan daya 2.200 watt dengan kenaikan rata-rata 10,43 persen/dua bulan

5. Penerangan jalan umum dengan kenaikan rata-rata 10,69 persen/dua bulan

6. Rumah tangga dengan daya 1.300 watt dengan kenaikan 11,36 persen/dua bulan.

Dengan disetujuinya kenaikan ini, menurut Jero Wacik, subsidi listrik tahun berjalan menjadi Rp 86,84 triliun. Nilai subsidi tahun berjalan yang disepakati adalah dengan asumsi nilai tukar Rp 11.700 per dollar AS. Kenaikan tarif tenaga listrik keenam golongan pelanggan ini bisa menghemat subsidi Rp 8,51 triliun. Kenaikan tarif ini menurut Jero juga akan berdampak positif bagi pemerintahan mendatang.

“Pemerintahan berikutnya jadi lebih ringan. Subsidi berkurang, rakyatnya jadi hemat kalau harga naik. Kalau harga murah, enggak mau hemat-hemat,” kata Jero. Sebelumnya, subsidi listrik tahun berjalan diperkirakan membengkak dari Rp 83,27 triliun yang dipatok APBN 2014 menjadi Rp 95,35 triliun. Subsidi membengkak karena nilai tukar Rupiah melemah hingga Rp 1.200 per dollar AS.(ris/dbs)

Baca Juga