ramadahan 1436

Energipos.com/Listrik/Kebijakan

shadow

PLN Baru Rencanakan Impor Gas 2022

ENERGIPOS.COM, JAKARTA - Untuk mengamankan pasokan energi primer, setelah tahun 2022 Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah harus memulai impor gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG). Demikian dikatakan Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN Nicke Widyawati, di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (8/9). Dalam neraca gas 2016 hingga 2035 yang dibuat Kementerian ESDM sebenarnya impor LNG mulai dilakukan pada 2019. Pada tahun itu diprediksi pasokan gas dalam negeri hanya 7.651 juta kaki kubik per hari (mmscfd), sedangkan permintaan mencapai 9.323 mmscfd. Meski begitu, Nicke mengatakan hal tersebut juga tergantung dengan proses pembangunan lapangan migas yang ada di dalam negeri. "Setelah 2022 kelihatannya sudah harus mulai impor. Tapi nanti kan tergantung proses pembangunan hulu di Indonesia seperti apa," kata Nicke. Namun, neraca tersebut kemungkinan akan direvisi. Menurut I.G.N. Wiratmaja Puja saat menjabat sebagai Direktur Jenderal Migas, pelaksanaan impor bisa saja mundur karena ada beberapa proyek gas yang berjalan, seperti Lapangan Jangkrik di Blok Muara Bakau, Train 3 Tangguh dan Blok Masela. Alasan lainnya pembatalan impor ini juga karena ada kargo gas yang belum terserap. Tahun ini terdapat 16-18 kargo yang belum terserap dan rencananya akan dijual untuk industri di dalam negeri. Berdasarkan data Kementerian ESDM, tren kargo yang tidak terjual  memang meningkat setiap tahunnya. Pada 2014 kargo tidak terserap mencapai 22 kargo, rinciannya 16 kargo diekspor dan sisanya untuk domestik. Setahun kemudian, kargo tidak terserap sebesar 66, rinciannya 60 kargo diekspor dan 6 kargo untuk dalam negeri. Di 2016 juga ada 66,6 kargo tidak terserap, rinciannya  43 kargo diekspor dan 23,6 kargo untuk dalam negeri. Angka tersebut terus bertambah hingga 2035 dengan rata-rata jumlahnya mencapai 50-60 kargo per tahun. (BH)

Baca Juga