ramadahan 1436

Energipos.com/Listrik/Kebijakan

shadow

Kelebihan Pasok Listrik PT KPC Disalurkan Untuk Masyarakat

ENERGIPOS.COM, JAKARTA-Penyaluran kelebihan pasok (excess power) PLTU Tanjung Bara milik PT Kaltim Prima Coal dinilai telah membantu Pemerintah mewujudkan penyediaan tenaga listrik secara berkeadilan dengan harga yang terjangkau. Demikian dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, ketika meresmikan proyek penyaluran kelebihan daya listrik (excess power) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) "Tanjung Bara" kapasitas 3 x 18 MW milik PT. Kaltim Prima Coal (KPC) senilai USD 150 juta di Kabupaten Tanjung Bara, Kalimantan Timur, Kamis (8/3). Peresmian menunjukkan komitemen Pemerintah dalam mendorong pemanfaatan batubara untuk kebutuhan masyarakat sekitar pertambangan.  "Atas nama Pemerintah, saya berterima kasih kepada KPC yang berinisiatif menyumbang sepertiga listrik dari kapasitas yang dibangun untuk disalurkan kepada masyarakat dengan tarif yang sangat kompetitif. Arahan bapak presiden semua kegiatan usaha harus menyatu dengan masyarakat sekitar, yaitu masyarakat menerima langsung dari kegiatan usaha itu," kata Menteri Jonan saat seperti dikutip dari laman kesdm. Menurut Jonan, penyaluran excess power PLTU Tanjung Bara dinilai telah membantu Pemerintah mewujudkan penyediaan tenaga listrik secara berkeadilan dengan harga yang terjangkau. Proyek dengan kapasitas 3x18 MW ini dibangun sejak Oktober 2011 mampu melistriki masyarakat Kota Sangata sebanyak 25.578 Kepala Keluarga. Guna memproduksi excess power tersebut, pembangkit ini membutuhkan batubara kurang lebih 256.122 ton per tahun dengan nilai kalori sebesar 4700 kcal/kg GAR (Gross Air Received). Excess power PLTU Tanjung Bara ini melengkapi kapasitas PLTU Tanjung Bara sebelumnya 2X5 MW sehingga kapasitas PLTU Tanjung Bara menjadi 64 MW. Dari total tersebut, 30 MW digunakan untuk kebutuhan listrik di lingkungan PT. KPC (captive power) dan 34 MW selebihnya merupakan excess power dimana 18 MW diantaranya telah berkontrak atau diperjualbelikan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN). Harga jual listrik dari PLTU Tanjung Bara ke PLN tersebut sebesar Rp855/kWh. Beroperasinya PLTU Tanjung Bara disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. "Kami mengucapkan terima kasih atas diresmikannya PLTU Tanjung Bara milik KPC. Ini bisa membantu masyarakat Kutai Timur menikmati terangnya listrik yang dikelola oleh PLN sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarat," kata Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang. Pemerintah, menurut Jonan, akan berinisiatif mendorong perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Khusus dan IUP besar untuk membangun PLTU sendiri dan sepertiganya bisa disalurkan untuk masyarakat. (Bh)

Baca Juga