ramadahan 1436

Energipos.com/Listrik/Kebijakan

shadow

PLN : Limbah Batubara Akan Dijadikan Semen

ENERGIPOS.COM, JAKARTA - Mendukung program energi bersih, PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, meningkatkan pemanfaatan penggunaan fly ash dan bottom ash sebagai produk samping dari pembangkit listrik PLN. Limbah pembangkit listrik batubara itu akan dijadikan bahan pembuatan semen. Langkah PLN itu dibuktikan melalui penandatanganan MoU yang dilakukan bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya, yakni PT Semen Indonesia (Persero) dan PT Semen Baturaja (Persero). Penandatanganan dilakukan di Kantor Kementerian BUMN dan disaksikan Oleh Deputi Menteri Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah di Kantor Kementerian BUMN, dari keterangan tertulisnya, Jumat (16/3). “Dengan adanya kerja sama ini, nantinya produk samping PLN yakni berupa gypsum, fly ash dan bottom ash (FABA) akan dipasok ke PT Semen Indonesia dan PT Semen Baturaja,” ujar Direktur Human Capital Management PLN, Muhamad Ali. Pemanfaatannya berkontribusi menjadi gedung pencakar langit, jalan tol, dan jembatan layang. Beberapa industri semen di Indonesia tercatat sudah memasukkan fly ash dalam komposisi produksinya. Fly ash mampu menggantikan sampai 30 persen semen portland dengan kualitas dan ketahanan jauh lebih baik. Produk utama PLN adalah listrik dan PLN mempunyai produk samping yakni berupa gypsum, fly ash dan bottom ash. Selama ini, PLN biasanya memasok FABA ke pabrikan semen non-BUMN, jadi kami berfikir untuk mengembangkannya dengan cara bekerjasama dengan saudara sendiri (sesama BUMN). “Diharapkan dengan kerjasama ini selain bisa memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, terpenting adalah bisa mensupport lingkungan,” jelas Ali Menurutnya, bottom ash bisa digunakan oleh pabrik semen pada proses produksi awal. Sedangkan fly ash bisa dicampurkan pada produk akhir semen. “Perusahaan semen kan harus ambil kapur dari gunung. Nah, kalau pakai dari bottom ash akan mengurangi penggunaan kapur dari gunung. Kalau itu bisa dimanfaatkan dengan bagus, tadi 5,2 juta ton/tahun (FABA) pasti akan membantu kelestarian lingkungan,” tutup Ali. (BH)

Baca Juga