ramadahan 1436

Energipos.com/Listrik/Kebijakan

shadow

2025, Produksi Kendaraan Rendah Karbon Ditargetkan 20%

ENERGIPOS.COM, JAKARTA-Pemerintah menargetkan produksi mobil hemat energi atau rendah karbon termasuk mobil listrik sebesar 25% dari total populasi kendaraan di Indonesia pada tahun 2025. Target ini bisa lebih tinggi sesuai dengan tren dunia atau perkembangan permintaan di Indonesia. Demikian disampaikan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto sebagaimana dikutip dari laman Kemenperin, Rabu (23/5). Harjanto menjelaskan bahwa pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri perlu pentahapan yang terintegrasi sebagaimana peta jalan pengembangan industri kendaraan bermotor nasional. "Misalnya, aspek penyiapan regulasi atau payung hukum, infrastruktur pendukung, danteknologi, keberlanjutan industri, dampak lingkungan, dan dampak sosial,” jelas Harjanto. Menurut dia, kita tidak ingin mengurangi pemakaian kendaraan berbahan bakar fosil tetapi justru impor komponen kendaraan listrik semakin besar. Karena itu, Kemenperin berupaya menyinkronkan kebijakan pengembangan kendaraan bermotor nasional menjadi sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. “Dalam menuju revolusi industri 4.0, kami memacu industri otomotif agar mampu menjadi sektor unggulan untuk ekspor ICE (internal combustionengine/mesin pembakaran dalam) dan EV (electric vehicle/kendaraan listrik),” ungkap Harjanto. Harjanto juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur kendaraan listrik seperti charging station menjadi sangat penting. “Jangan sampai ketika sudah bicara otomotif, ternyata infrastrukturnya belum siap. Jadi, kami berharap nanti masyarakat pakai kendaraan listrik dengan mudah dan nyaman,” imbuhnya. (Bh, foto bppt)

Baca Juga