ramadahan 1436

Energipos.com/Listrik/Kebijakan

shadow

Sertifikasi Ketenagalistrikan Untuk Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

“Artinya begini, kalau ada pelaku ketenagalistrikan dari negara lain yang ingin masuk maka dilakukan harmonisasi. Sertifikasi mereka harus tetap terdaftar disini,” ujar Jarman, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan di Jakarta hari ini. Petunjuk teknis pelaksanaan sertifikasi itu melalui Peraturan Dirjen Ketenagalistrikan No. 556K/20/DJL.1/2014 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penomoran dan Registrasi Sertifikasi di bidang Ketenagalistrikan. Semua pelaku ketenagalistrikan wajib mengikuti ketentuan ini. Jarman mengungkapkan registrasi sertifikasi bisa dilakukan secara online di web yang telah disediakan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM. Melalui web site tersebut, masyarakat bisa melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kompetensinya. “Registrasi ini untuk memastikan kompetensinya kemudian untuk penomoran sertifikasi akan diterbitkan oleh lembaga yang telah telah ditunjuk pemerintah,” ujar Jarman. Lembaga ini lembaga inspeksi teknis yang telah menerbitkan sertifikasi laik operasi untuk instalasi tenaga listrik. Selanjutnya Untuk penerbitan nomor registrasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi penilaian kesesuaian terhadap pelaksanaan sertifikasi. Hal ini juga bertujuan agar terjadi tata tertib administrasi dalam pelaksanaan atau proses sertifikasi.(ris)

Baca Juga