ramadahan 1436

Energipos.com/Listrik/Korporasi

shadow

Tarif Listrik Bulan Oktober Naik

ENERGIPOS.COM, JAKARTA- Bulan Oktober ini PLN menaikkan tarif listrik 12 golongan tarif yang mengikuti mekanisme penyesuaian  (tariff adjustment). Kenaikan ini dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah  dan kenaikan harga minyak mentah ICP.

Berdasarkan Peraturan Menteri  (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 31/2014 sebagaimana telah diubah dengan Permen ESDM No 09/2015, penyesuaian tarif diberlakukan setiap bulan dengan menyesuaikan perubahan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar Amerika, harga minyak dan inflasi bulanan. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika pada Agustus 2016 menguat sebesar Rp 46,18 dari sebelumnya (Juli 2016) sebesar Rp 13.118,82/USD menjadi Rp 13.165,00. Harga ICP pada Agustus 2016 naik 0,41 USD /barrel, dari sebelumnya (Juli 2016) sebesar USD 40,70/barrel menjadi USD 41,11/barrel. Sementara itu, inflasi pada Agustus 2016 menurun 0,71%, dari sebelumnya (Juli 2016) sebesar 0,69% menjadi minus 0,02%.

Demikian diumumkan oleh PT PLN (Persero), Jumat (10/7). Menurut Manajer Senior Public Relations PLN Agung Murdifi, akibatikan tarif disebabkan oleh melemahnya nilai tukar rupiah  dan kenaikan harga minyak mentah ICP. Akibat dari perubahan nilai ketiga indikator tersebut, tarif listrik pada Oktober 2016 di Tegangan Rendah (TR) menjadi Rp Rp 1.459,74/kWh, tarif listrik di Tegangan  Menengah (TM) menjadi Rp 1.111,34/kWh, tarif listrik di Tegangan Tinggi (TT)  menjadi Rp 994,80/kWh, dan tarif listrik di Layanan Khusus menjadi Rp 1.630,49/kWh.

Seperti diketahui sebelumnya, Tarif Tenaga Listrik (TTL) terdiri dari 37 golongan tarif. Dua belas golongan tarif yang diberlakukan mekanisme Tariff Adjustment adalah tarif yang tidak disubsidi pemerintah. Kedua belas golongan tarif tersebut adalah sebagai berikut :

  • Rumah Tangga R-1/Tegangan Rendah (TR) daya 1.300 VA
  • Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200 VA
  • Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500 VA s.d 5.500 VA
  • Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas
  • Bisnis B-2/TR daya 6.600VA s.d 200 kVA
  • Bisnis B-3/Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA
  • Industri I-3/TM daya diatas 200 kVA
  • Industri I-4/Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas
  • Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA s.d 200 kVA
  • Kantor Pemerintah P-2/TM daya diatas 200 kVA
  • Penerangan Jalan Umum P-3/TR dan
  • Layanan khusus TR/TM/TT.
  • Sementara itu, 25 golongan tarif lainnya tidak berubah. Pelanggan rumah tangga kecil daya 450 VA dan 900 VA, bisnis dan industri kecil serta pelanggan sosial termasuk dalam 25 golongan tarif tersebut. Pelanggan golongan ini masih diberikan subsidi oleh Pemerintah. Perubahan tarif pada Oktober 2016 ini hanya berlaku bagi konsumen mampu dengan jumlah 12,5 juta atau 20% dari 62,6 juta konsumen. (bh)  

     

    Baca Juga