ramadahan 1436

Energipos.com/Listrik/Korporasi

shadow

PLN dan JBIC Tandatangani Perjanjian Pendanaan PLTGU Tanjung Priok

ENERGIPOS.COM, JAKARTA-PLN menandatangani perjanjian pendanaan pembangunan PLTGU  dengan kapasitas 800 MW di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Total biaya proyek sebesar USD 437 juta. Sumber pendanaan berasal dari PLN dan   pinjaman dari sindikasi bank yang dipimpin oleh JBIC.

Penandatangan perjanjian dilakukan di Kementerian Keuangan, Jakarta (20/10) oleh Murtaqi Syamsuddin, Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Barat, dan Hideo Naito, Global Head of Infrastructure and Environment Finance Group, JBIC (Japan Bank for International Cooperation).

Menurut siaran pers PT PLN (Persero), biaya proyek PLTGU 800 MW Priok secara keseluruhan sebesar USD 437 juta. PLN mendanai dengan ekuitasnya sebesar USD 127 juta, dan sisanya sebesar USD 310 juta didanai dengan pinjaman dari sindikasi bank yang dipimpin oleh JBIC. Beberapa bank lain yang terlibat dalam pendanaan proyek ini adalah Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Mizuho dan ANZ. Pinjaman untuk proyek ini menggunakan skema pinjaman langsung tanpa jaminan Pemerintah Indonesia. Ini adalah kali kedua pihak JBIC bersedia memberikan pinjaman langsung kepada PLN tanpa jaminan pemerintah.  Proyek pertama yang didanai oleh JBIC tanpa jaminan pemerintah adalah PLTU Lontar 315 MW yang sekarang sudah dalam tahap konstruksi.

Murtaqi menjelaskan bahwa ini adalah pinjaman jangka panjang dengan tenor sekitar 15 tahun. Pendanaan dengan skema tanpa jaminan pemerintah ini menjadi alternatif pendanaan selain dari pasar bond maupun dari lembaga-lembaga multilateral. “Keuntungannya, PLN tidak terkena negative carry, selain itu prosesnya juga cukup cepat”, Murtaqi menambahkan.

PLTGU Priok 800 MW akan dikerjakan oleh Mitsubishi yang bermitra dengan PT Wasamitra Engineering dengan skema EPC (Engineering Procurement Construction). Lahan untuk proyek ini sudah dikuasai oleh PLN dan sudah dilakukan land clearing guna diserahkan kepada pihak kontraktor EPC. Proyek ini diharapkan selesai pada pertengahan 2019. PLTGU Priok 800 MW adalah pembangkit berbahan bakar gas alam, akan berperan sebagai “load follower” yang akan memasok listrik dan menjaga kualitas tegangan bagi kota Jakarta dan sistem Jawa-Bali secara keseluruhan. (bh)

Baca Juga