ramadahan 1436

Energipos.com/Listrik/Korporasi

shadow

PLN Dapat Kucuran US$435 Juta Untuk Mobil Power Plant 500 MW

ENERGIPOS.COM, JAKARTA-Untuk membangun pembangkit bergerak (Mobil Power Plant, MPP) dengan kapasitas 500 MW, PLN mendapat kucuran dana dari lembaga keuangan Kanada dan Hungari dengan nilai total US$435 juta. Pembangkit ini merupakan bagian dari proyek 35.000 MW. Penandatanganan perjanjian fasilitas pendanaan tersebut dilakukan oleh Direktur Keuangan PLN Sarwono dengan Export Development Canada (EDC) dan Hungarian Export-Import Bank(HEXIM) di PLN Kantor Pusat, Jakarta, pada Jumat, 02 Desember 2016. Dalam siaran pers PT PLN yang diterima energipos Sabtu (3/12), pendanaan untuk proyek MPP 500 MW ini menggunakan skema Export Credit Agency (ECA) tanpa jaminan Pemerintah Indonesia dengan tingkat suku bunga yang sangat kompetitif dan fixed sehingga meminimalisir risiko fluktuasi tingkat suku bunga pinjaman yang sangat volatile. Pinjaman ini merupakan pinjaman jangka panjang dengan masa repayment selama 12 tahun. Sarwono mengatakan bahwa skema pendanaan ECA tanpa jaminan pemerintah ini merupakan salah satu alternatif pendanaan yang dilakukan PLN dalam portofolio pinjamannya selain yang dapat diperoleh dari pasar obligasi ataupun pendanaan dari lembaga perbankan serta lembaga kreditur baik bilateral maupun multilateral. Lokasi pembangunan MPP tersebar di 8 daerah yaitu Lampung (4 x 25 MW), Pontianak (4 x 25 MW), Bangka (2 x 25 MW), Riau (3 x 25 MW), Belitung (25 MW), Ampenan (2 x 25 MW), Paya Pasir (3 x 25 MW) dan Nias 25 MW. MPP 500 MW tersebut mulai pembangunan hingga pengoperasiannya dikelola oleh anak perusahaan PLN yaitu PLN Batam. Pemilihan lokasi-lokasi tersebut didasarkan pada kondisi yang masih kekurangan pasokan listrik dan juga membutuhkan tambahan pasokan listrik dikarenakan tingginya pertumbuhan listrik di daerah tersebut. Sehingga MPP untuk menjadi solusi cepat dan tepat. MPP ini menggunakan pembangkit dari General Electric dengan skema EPC (Engineering Procurement Construction) dan diperkirakan akan masuk tahap COD (Commercial Operation Date) pada Januari 2017. Sebagian pembangkit MPP 500 MW saat ini telah beroperasi dan sudah mendukung pasokan listrik di beberapa daerah. PLTG Mobile ini merupakan pembangkit listrik berbahan bakar gas alam yang efisien dan ramah lingkungan. (bh)

Baca Juga