ramadahan 1436

Energipos.com/Listrik/Korporasi

shadow

Pasokan Listrik Jelang Natal dan Tahun Baru Aman

ENERGIPOS.COM, JAKARTA- Kondisi sistem kelistrikan nasional pada periode H-3 Natal 2016 sampai dengan H+7 Tahun Baru 2017 secara umum dalam kondisi cukup. Daya mampu pasok pembangkit nasional sebesar 39.778 MW dan beban puncak sebesar 29.272 MW sehingga masih terdapat cadangan daya sebesar 10.506 MW.

 “Secara nasional, rata-rata kalau hari besar yang panjang, misalnya Natal dan Tahun baru itu konsumsi listrik secara keseluruhan turun karena banyak industri yang libur. Secara umum, listrik tidak ada masalah," kata Menteri Jonan dalam kunjungan ke  Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (PLN P2B) atau biasa dikenal Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi  (GITET) Gandul, Depok, Jawa Barat, sebagaimana dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM, Sabtu (24/12). Salah satu tugas PLN P2B adalah mengoperasikan sistem tenaga listrik Jawa Bali dan mengelola pelaksanaan jual beli tenaga listrik di sisi tegangan tinggi sistem Jawa Bali.

Kondisi sistem kelistrikan nasional pada periode H-3 Natal 2016 sampai dengan H+7 Tahun Baru 2017 secara umum dalam kondisi cukup. Daya mampu pasok pembangkit nasional sebesar 39.778 MW dan beban puncak sebesar 29.272 MW sehingga masih terdapat cadangan daya sebesar 10.506 MW. “Secara nasional, rata-rata kalau hari besar yang panjang, misalnya Natal dan Tahun baru itu konsumsi listrik secara keseluruhan turun karena banyak industri yang libur. Secara umum, listrik tidak ada masalah," kata Jonan.

Pada kunjungan ke Gardu Gandul tersebut, PLN menyampaikan bahwa daya mampu pembangkit sistem Jawa Bali pada periode Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 sekitar 33.153 MW, sedangkan perkiraan beban puncak Natal 2016 sebesar 20.433 MW dan beban puncak Tahun Baru 2017 sebesar 18.903 MW. "Gardu induk yang menjadi pusat pengatur beban dalam sistem pengoperasian Jawa dan Bali dipastikan aman menghadapi hari libur," kata Nasri Sebayang, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah sekaligus Pembina Sistem Operasi Jawa Bali.

PLN menambahkan Wilayah yang mengalami kondisi siaga antara lain Kepri, Batam, Belitung, Kalbar, Kalselteng, Kendari, Jayapura, Sorong, dan Kupang. Yang dimaksud kondisi sistem siaga adalah ‘tidak ada pemadaman, cadangan operasi kurang dari unit pembangkit terbesar pada sistem di wilayah tersebut'. Prakiraan kondisi penyediaan tenaga listrik saat Tahun Baru 2017 pada Sistem Kelistrikan Regional Jawa Bali, Regional Sumatera dan Regional Indonesia Timur berada pada kondisi ‘pasokan cukup’.  Pemerintah juga meminta PT PLN untuk tidak melakukan pekerjaan/pemeliharaan yang dapat mengganggu pasokan listrik pada H-3 s.d. H+7  kecuali pekerjaan perbaikan yang disebabkan gangguan. “Apabila terjadi gangguan yang mengakibatkan kondisi defisit daya, akan diusahakan agar dampak sosial ke masyarakat minimum," ujar  Jonan. (bh)

Baca Juga