ramadahan 1436

Energipos.com/Listrik/Korporasi

shadow

PLN Pastikan Suplai Batubara PLTU Tanjung Jati B Aman

ENERGIPOS.COM, JAKARTA-PT PLN (Persero) menandatangani  kontrak penyediaan batubara  dengan total pasokan 4,8 juta ton per tahun  sehingga memastikan keamanan pasokan batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B (TJB).  Penandatanganan dilakukan oleh PT PLN dengan 2 pemasok batubara yaitu   PT Indominco Mandiri dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dengan masa kontrak  selama 5 tahun.

Mengutip siaran pers PT PLN (Persro), Senin (15/5), penandatanganan dilakukan  di PLN Kantor Pusat, Jakarta pada Selasa siang (9/5). Kontrak yang ditandatangani bersama PT Indominco Mandiri adalah pengadaan batu bara Lot-1I unit 1 dan 2 sebesar 500 ribu metrik ton per tahun. Sementara kontrak dengan PT KPC adalah pengadaan batu bara Lot-1H unit 1 dan 2 sebesar 1,5 juta metric ton per tahun, Lot-E unit 3 dan 4 sebesar 2,3 juta metric ton per tahun dan Lot-G unit 3 dan 4 sebesar 500 ribu metric ton per tahun. Terdapat 1 Lot yang masih dalam proses Contract Discussion Agreement (CDA), yaitu pengadaan batu bara untuk unit 3 dan 4 Lot-F sebanyak 0,5 juta metric ton per tahun oleh PT Jembayan Muarabara. Spesifikasi dari batu bara yang disediakan mengandung 5.550-5.700 KKal/Kg dengan kelembaban antara 17%-20%, kandungan sulfur sekitar 0,6%-0,88% dan ash content sekitar 5,5%-6%. Untuk harga batu bara tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM no. 7 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara. Menurut Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah, Nasri Sebayang, proses negosiasi di balik ini sudah cukup panjang dan suplai batubara tersebut rencananya dimulai pada Juni 2017.

“Saya berharap tidak ada pembangkit yang tidak beroperasi karena kurangnya suplai batubara, mengingat infrastruktur kelistrikan PLN yang terus berkembang dengan program 35.000 MW” ujar Nasri. Menurut Nasri, pihaknya akan membangun pembangkit sebesar 2×1.000 MW untuk PLTU TJB Unit 5 dan 6 dan dibutuhkan tambahan sekitar 7 juta ton per tahunnya. “Ini merupakan tanda bahwa PLN masih membutuhkan batubara dengan kualitas yang sesuai dengan desain PLTU itu sendiri” ungkap Nasri. (rj)

Baca Juga